Senin, 23 Januari 2012

Papua dan Budayanya

Astiawan Handi Pradana
 Papua dan Budayanya
       Teman-teman semua pasti pernah mendengar kata “Bhineka Tunggal Ika” kan?kalimat yang juga terdapat pada lambang Negara kita Burung Garuda.Bhineka Tunggal Ika mempunyai arti "Berbeda-beda tetapi tetap satu jua",dengan pernyataan seperti ini bisa dilihat kalau bangsa kita memiliki berbagai keanekaragaman budaya natural yang berbeda-beda. Jumlah kepulauan Indonesia yang kira-kira mencapai 17.608 pulau menandakan kekayaan budaya itu sangat nyata dan ada. Secara khusus Pulau Papua juga memiliki berbagai keanekaragaman budaya yang menjadikan Pulau Papua sebagai salah satu daerah yang disegani dan dihormati dalam unsur kebudayaan diseluruh Indonesia maupun dunia.
        Papua adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian tengah Pulau Papua atau bagian paling timur West New Guinea (Irian Jaya). Belahan timurnya merupakan Papua Nugini atau East New Guinea.Wilayah Papua dikenal sebagai provinsi Irian Barat sejak tahun 1969 hingga 1973. Namanya kemudian diganti menjadi Irian Jaya oleh Soeharto pada saat meresmikan tambang tembaga dan emas freeport, nama yang tetap digunakan secara resmi hingga tahun 2002.Pada tahun 2004, disertai oleh berbagai protes, papua dibagi menjadi 2 provinsi oleh pemerintah Republik Indonesia : Bagian timur tetap memakai nama Papua, sedangkan bagian baratnya menjadi Provinsi Irian Jaya Barat (Setahun kemudian menjadi Papua Barat).Kata Papua sendiri berasal dari bahasa Melayu yang berarti rambut keriting, sebagai gambaran yang memacu pada penampilan fisik suku-suku asli papua.
       Di Papua berdasarkan letak geografisnya dibedakan menjadikan dua tempat,yang pertama kawasan pesisir pantai yang didiami oleh masyarakat pantai atau yang biasa dipanggil dengan orang pantai dan yang kedua adalah daerah pegunungan yang didiami oleh masyarakat pegunungan atau yang biasa dipanggil dengan orang pedalaman. Berdasarkan tempat hidupnya orang pantai didiami oleh berbagai macam suku,beberapa diantaranya adalah Suku Biak, Suku Serui, Suku Asmat, Suku Sarmi dan masih banyak lagi. Lain halnya dengan orang pedalaman, dari berbagai suku yang mendiami pegunungan, beberapa diantaranya adalah Suku Moni,Suku Dani, Suku Ekari, Suku Nduga, Suku Holani dan masih banyak lagi. Baik suku-suku yang mendiami pesisir pantai maupun suku-suku yang mendiami kawasan pegunungan tersebut memiliki ketidaksamaan budaya.Beberapa hal yang membuat ketidaksamaan budaya mereka adalah disebabkan karena beberapa faktor.Yang pertama yaitu faktor tempat tinggal,sesuai dengan sebutanya orang pantai hidup di daerah pesisir pantai dan orang pedalaman hidup di daerah dataran pegunungan.Yang kedua adalah faktor alam,misalnya orang pantai hidup di daerah yang suhunya tidak terlalu dingin sedangkan orang pedalaman hidup di daerah pegunungan yang suhunya sangat dingin.Kemudian yang terakhir adalah faktor pangan atau makanan yang dikonsumsi,misalnya orang pantai mengkonsumsi makanan pokok sagu, papeda dan ikan sedangkan orang pedalaman dengan makanan pokok ubi , keladi dan pisang.Hebatnya,walaupun terdapat berbagai perbedaan tetapi tetap membuat mereka bersatu,sebuah hal yang patut dicontoh dan dilestarikan oleh semua warga negara Indonesia yang majemuk ini.
        Di luar perbedaan tersebut,semua suku di Papua memiliki persamaan dalam hal penyambutan tamu ataupun dalam upacara adat. khususnya tarian panah yang biasanya dimainkan atau dibawakan oleh masyarakat pegunungan dalam acara pesta bakar batu atau yang biasa disebut dengan barapen oleh masyarakat pantai. Tarian ini dibawakan oleh para pemuda yang gagah perkasa dan berani.Selain kebudayaan yang beragam,daya tarik lain dari Pulau Papua adalah masyarakat di sana yang kebanyakan masih menggunakan peralatan tradisional peninggalan nenek moyangnya dalam kehidupan sehari-hari.Seperti noken dan honai.
Noken adalah keranjang yang digunakan kaum pria dan wanita di Papua. Noken Tidak hanya dimiliki oleh masyarakat pedalaman, tetapi para pejabat dan kaum intelektual pun memiliki tas khas papua tersebut untuk menyimpan buku dan barang kebutuhan lain.Noken terbuat dari tali hutan (kayu) khusus yang tidak mudah putus, seperti rotan atau pohon lainnya. Saat ini noken lebih banyak ditemukan di Paniai. Daerah ini dikenal sebagai gudang noken yang oleh penduduk setempat disebut agiya.Noken atau agiya ini bagi perempuan di pedalaman biasa digunakan untuk menyimpan anak bayi, babi, umbi-umbian, sayur, dan pakaian.Pernah melihat wanita Papua memakai tas yang digantung di kepala dan mengarah ke punggung?Ya,tas itulah yang dalam bahasa Biak dinamakan noken atau agiya.
Selain itu, Papua juga memiliki rumah tradisional yang disebut honay. Rumah tradisional suku-suku di Pegunungan Tengah ini berbentuk lingkaran dengan diameter 3-5 meter, dengan bagian atap berbentuk kerucut. Ada honay khusus untuk ternak babi, ada honay khusus untuk kaum pria, dan honay khusus untuk kaum wanita. Ruangan dalam honay yang sengaja dibangun sempit serta tidak memiliki ventilasi (jendela) ini bertujuan untuk menahan hawa dingin. Daerah Pegunungan Tengah, seperti Puncak Jaya (5.030 m) dan Paniai memiliki suhu sampai 5 derajat Celsius. Guna mengatasi udara dingin itu, orang-orang pedalaman terpaksa membuat honay setinggi sekitar 2,5 meter, dan di dalam honay itu dipasang api unggun untuk menghangatkan badan.Unik kan?
Selain Noken dan Honai,tentu masih banyak lagi yang lainya.Dan ini menjadi tugas bagi kita sebagai generasi penerus untuk mengenal dan melestarikan semua budaya luhur nusantara.


Fakta Tentang Indonesia Lainya ada di sini :
Wakil Indonesia di MotoGP
5 Orang Botak Berkualitas di Indonesia
Kapal Terbaik Dunia Buatan Indonesia
Daftar Stadion Internasional Indonesia 2013
Indonesia Warriors dan Prestasinya
Kiprah Tim-tim Indonesia di AFC Cup
Film Indonesia yang Mendapatkan Penghargaan Internasional
Daftar Klub Sepak Bola Asing Milik Pengusaha Indonesia
Indonesia di Mata Pemain Bola Dunia
Indonesia Ikuti Piala Dunia
Prestasi Indonesia di Olimpiade Informatika Interasional
Game Sepak Bola Buatan Bandung
Superhero Asli Indonesia
Tentang Papua
Daftar Pemain Asli Indonesia di Luar Negeri


Tidak ada komentar:

Posting Komentar